Breaking News
Trending Tags
Beranda » Informasi Sultra » FKBRM Layangkan Kritik Keras Rencana Pengukuhan Pengurus Masyarakat Adat Tolaki di Routa

FKBRM Layangkan Kritik Keras Rencana Pengukuhan Pengurus Masyarakat Adat Tolaki di Routa

  • account_circle coronginfosultra@gmail.com
  • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Konawe – Forum Keluarga Besar Routa Mepokoaso (FKBRM) menyampaikan kritik terhadap rencana pelaksanaan pengukuhan pengurus Masyarakat Adat Tolaki (MAT) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Kritik tersebut muncul setelah beredarnya surat undangan tertanggal 24 Maret 2026 dengan nomor 004/SKL-AMRB/III/2026. Surat itu disebut disebarkan oleh pihak yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Routa Bersatu.  Ketua Umum FKBRM, Supardin, S.Hut, menilai proses inisiasi kegiatan tersebut terkesan tidak melibatkan tokoh masyarakat adat Tolaki asli di Routa. Ia menyebut hal ini berpotensi menimbulkan polemik di tengah Masyarakat, demikian dikatakannya pada awak media Rabu 25/03/2026.

Dikatakannya, selaku tokoh pemuda dan masyarakat tolaki asli Routa dirinya menganggap ini mencederai martabat mereka selaku masyarakat adat Tolaki yang lahir  dan hidup di tanah Routa. Dimana menurut mereka ada oknum yang diduga telah lancang dan terlalu dalam memasuki dalam proses inisiasi hingga indikasi Intervensi dalam membentuk masyarakat adat tolaki Routa, “sedangkan oknum ini (terindikasi.red) bukan darah dan masyarakat adat tolaki bahkan juga (diduga) bukan orang yang lahir di tanah routa secara etika dan hak di mana dasarnya ini adalah perilaku yang  tidak selaras dengan ajaran adat secara umum  sebagai mana ajaran mendasar adat mengedepankan  nilai-nilai moral dan norma-norma etika,” tegas Ketua FKBRM ini.

“Ini tiba-tiba melakukan pengukuhan pengurus  masyarakat adat tolaki (MAT) di Routa tanpa ada konfirmasi dan keterlibatan semua tokoh masyarakt adat  tolaki asli routa, ini jelas secara etika moral dan proses-proses pembentukan pelaksaan lembaga  masyarakat adat tercederai tidak sejalan bahkan terkesan tidak menghargai masyarakat adat asli tolaki routa itu sendiri yang mendiami daerah tersebut,” Jelasnya.

Supardin menambahkan pengukuhan pengurus Masyarakat Adat Tolaki seharusnya melibatkan tokoh adat dan masyarakat Tolaki asli yang selama ini hidup dan menetap di Routa. Proses yang tidak partisipatif dapat menimbulkan kesalahpahaman, katanya.

Menurutnya, pembentukan lembaga adat semestinya dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai adat, norma, serta etika yang berlaku dalam masyarakat Tolaki.

Ia juga menilai, langkah pengukuhan yang dilakukan tanpa komunikasi dan koordinasi dengan tokoh adat setempat berpotensi mencederai prinsip-prinsip pembentukan lembaga adat.’

Lebih lanjut, Supardin mengingatkan Lembaga Adat Tolaki (LAT) Provinsi Sulawesi Tenggara untuk tetap menjaga independensi dan tidak memberikan legitimasi terhadap kepengurusan yang dinilai tidak melalui proses yang sesuai. “Agar tetap menjaga moralitas dan kemurian lembaga adat tanpa (dugaan) di campuri dan (terindikasi) disetel oleh oknum-oknum yang bukan bagian dari masyarakat adat tolaki dan kami meminta untuk tidak memberikan legitimasi terhadap pengurusan masyarakat  adat tolaki di routa yang nota benenya bukan orang yang berdarah tolaki, jika ini berlanjut kami yakinkan dan pastikan kami masyarakat dan pasukan adat tolaki asli routa tidak akan tinggal diam karena ini menyangkut harga diri kami selaku masyrakat putra putri tolaki dan pasukan adat tolaki yang eksis,” tegasnya.

“Kami berharap semua pihak dapat menghormati mekanisme adat yang berlaku serta menjaga marwah lembaga adat,” tambahnya.

FKBRM juga mengimbau agar seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog guna menghindari konflik di tengah masyarakat.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat, Aspin, menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai adat Tolaki dalam setiap proses sosial kemasyarakatan.

“Ine konasara ie pine sara, inae lia sara ie pineka sara. Siapa yang menjunjung adat akan dimuliakan, dan yang melanggar adat akan dikenai sanksi,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga dan menghormati nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh leluhur masyarakat Tolaki di Sulawesi Tenggara. (Rls)

  • Penulis: coronginfosultra@gmail.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Balik Desakan Smelter PT SCM, Warga Lokal: Jangan Atasnamakan Kami

    Di Balik Desakan Smelter PT SCM, Warga Lokal: Jangan Atasnamakan Kami

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Konawe, coronginfosultra.com/ –Polemik desakan pembangunan pabrik pengolahan (smelter) terhadap PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa kembali mencuat. Namun, suara tersebut ditegaskan bukan berasal dari masyarakat lingkar tambang. Ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Lalomerui Routa (HIPPMAL), Dimas Nduluka, yang juga merupakan warga asli Desa Lalomerui, angkat bicara menanggapi berbagai opini yang berkembang di […]

  • Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights 07.09 Play Button

    Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Safid Deen
    • visibility 37
    • 0Komentar

    All it took was five minutes for Lionel Messi to make his mark at the start of Inter Miami’s 2025 Major League Soccer season. About 95 minutes later, Messi shined again, saving Inter Miami’s night. Messi found new teammate Telasco Segovia, trailing on his right side, and delivered his second assist of the game in […]

  • Gadgets on the Go: Top Tech for Business Travelers

    Gadgets on the Go: Top Tech for Business Travelers

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 271
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Smart Homes: Beyond Automation to AnticipationIf 2023 could be summarized in the gadget space, it would be the year where our homes started truly “understanding” us. Gone are the days of generic automation. With advancements in AI, homes now anticipate needs. Your coffee machine knows when you’ve had a rough night and adjusts the brew […]

  • Smelter Dipersoalkan, Kades Lalomerui: Warga Sudah Rasakan Dampak Investasi

    Smelter Dipersoalkan, Kades Lalomerui: Warga Sudah Rasakan Dampak Investasi

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Konawe, CorongInfoSultra.com – Program perbaikan infrastruktur jalan sepanjang kurang lebih 45 kilometer di Kecamatan Routa mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat, setelah pemerintah Desa Lalomerui bersama sedikitnya delapan perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Routa terlibat dalam pembangunan jalan yang digagas Pemerintah Desa Lalomerui ini dengan target menghubungkan jalan dari Desa Lalomerui hingga Kelurahan Routa. Selain […]

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse
    War

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Twelve-year-old Do’a Atef spends her days knocking on doors begging for food, or gathering firewood from a dusty hill near a refugee camp outside Rafah, in southern Gaza, to cook the few tomatoes and peppers given to her by strangers. Do’a told NBC News that she was displaced from her home in Beit Lahia in […]

expand_less