Breaking News
Trending Tags
Beranda » Informasi Sultra » Smelter Dipersoalkan, Kades Lalomerui: Warga Sudah Rasakan Dampak Investasi

Smelter Dipersoalkan, Kades Lalomerui: Warga Sudah Rasakan Dampak Investasi

  • account_circle coronginfosultra@gmail.com
  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Konawe, CorongInfoSultra.com – Program perbaikan infrastruktur jalan sepanjang kurang lebih 45 kilometer di Kecamatan Routa mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat, setelah pemerintah Desa Lalomerui bersama sedikitnya delapan perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Routa terlibat dalam pembangunan jalan yang digagas Pemerintah Desa Lalomerui ini dengan target menghubungkan jalan dari Desa Lalomerui hingga Kelurahan Routa. Selain pembangunan jalan itu, Masyarakat setempat juga merasakan manfaat atas kehadiran investasi didaerah mereka, diantaranya hadirnya program layanan kesehatan gratis, pemberdayaan Bumdes sebagai penyalur hasil pertanian warga yang dipasarkan ke areal Perusahaan tambang, penyerapan tenaga kerja lokal, serta Pembangunan infrastruktur Sarana Pendidikan, Bantuan Beasiswa, dan sejumlah manfaat lainnya yang diungkapkan oleh Kepala Desa Lalomerui, Taksir Unggahi saat wawacarai Awak Media, pada Jum’at 10/04/2026.

Kades menyampaikan bahwa pembangunan jalan yang digagas pemerintah desa melibatkan sejumlah perusahaan, di antaranya PT SCM, PT PJUM, PT ANN, PT Modern, dan PT Mulya Tani. “Secara keseluruhan, sekitar delapan perusahaan berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur tersebut.” Katanya.

 

“Pekerjaan jalan hingga saat ini masih terus berjalan dan direncanakan berlangsung secara bertahap hingga selesai, dengan panjang kurang lebih 45 kilometer, menghubungkan Desa Lalomerui hingga Kantor Kelurahan Routa.” Sambungnya.

Dikatakannya, adapun progres pekerjaan meliputi perbaikan jalan, pemadatan, pembuatan drainase (parit), serta pembangunan jembatan dan gorong-gorong. Pekerjaan jalan dilakukan dengan berbagai tahapan, seperti pengerasan, penimbunan, pembuatan drainase, serta penggunaan alat berat seperti vibro, wales, ekskavator, dan dump truck.

 

Ia juga menjelaskan bahwa rencana pembangunan jalan dari Desa Lalomerui hingga Kelurahan Routa merupakan hasil rapat yang dilakukan beberapa waktu lalu. Pemerintah desa berinisiatif mengajak perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Kecamatan Routa untuk bersinergi dalam pembangunan infrastruktur jalan yang dimanfaatkan bersama oleh masyarakat.

Saat ini, progres pembangunan jalan di Desa Lalomerui telah mencapai sekitar 40 persen. Terkait adanya penolakan dari masyarakat desa lain, Kepala Desa Lalomerui menyatakan bahwa sejauh pengamatannya tidak ada penolakan. “Justru masyarakat sangat mendukung program tersebut, bahkan ada warga yang secara sukarela merelakan lahannya untuk pembangunan jalan.” Katanya.

 

Kepala desa menyebutkan bahwa dampak dari perbaikan jalan ini sangat dirasakan oleh masyarakat, baik yang berada di lingkar tambang maupun masyarakat dari berbagai kabupaten dan provinsi, “hal ini yang sangat dirindukan oleh Masyarakat local, akses jalan yang baik, tentu sangat berdampak dalam mendukung roda perekonomian, karena transportasinya lancatr” ungkap Taksir Unggahi.

Menurut Kades , terdapat pula program Puskesmas Keliling yang dijalankan oleh PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). Program ini telah berjalan dengan jadwal pelayanan dua kali dalam sebulan. “ Untuk di Desa kami kegiatannya sementara dipusatkan di Kantor Desa Lalomerui.” Katanya.

 

Pelayanan kesehatan ini terbuka untuk umum tanpa batasan domisili. “Warga yang hadir dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan umum, cek gula darah, kolesterol, serta layanan medical check-up dan pemberian obat secara gratis.” Bebernya.

 

“Pihak perusahaan (PT. SCM) berkomitmen menjalankan program ini selama masih beroperasi di wilayah lingkar tambang. Itu Komitmen mereka,” ujar Kades Lalomerui.

Kepala desa juga menjelaskan bahwa  area wilayah konsesi PT SCM juga berada di Desa Lalomerui, yang termasuk salah satu kategori wilayah terdampak langsung aktivitas pertambangan.

 

“Berdasarkan peta desa sesuai Keputusan Permendagri, aktivitas PT SCM berada di wilayah Desa Lalomerui. Oleh karena itu, masyarakat Lalomerui tentunya mendukung keberadaan perusahaan karena aktivitas operasional berada di wilayah kami dan kami juga sudah merasakan dampak dari keberadaan investasi yang hadir di desa kami,” tambahnya.

 

Terkait dampak yang dirasakan, Kepala Desa Lalomerui menegaskan bahwa manfaat pembangunan sudah dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di wilayahnya. Ia menyebut beberapa di antaranya adalah pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan gorong-gorong yang mendukung akses transportasi menuju Kabupaten Konawe Utara, khususnya Kecamatan Wiwirano. “Di sektor pendidikan, telah dibangun fasilitas Sekolah Dasar lengkap dengan perumahan guru, laboratorium, dan kantin. Selain itu, terdapat program beasiswa bagi warga yang telah berjalan selama beberapa tahun.” Katanya.

“Di bidang keagamaan, perusahaan juga memberikan bantuan pembangunan sarana ibadah, termasuk masjid permanen. Untuk pemberdayaan ekonomi, program yang dijalankan antara lain melalui BUMDes dengan membeli hasil produksi masyarakat seperti sayur-mayur untuk kemudian dipasarkan ke area perusahaan. Selain itu, terdapat pemberdayaan di sektor transportasi, seperti angkutan travel, serta bantuan sarana ATK untuk kantor desa.” Terangnya.

 

Kades Lalomerui bahkan mengakui Masyarakat sangat berterima kasih atas pengaspalan jalan yang dilakukan oleh pihak Perusahaan di desa mereka, “pengaspalan jalan desa sepanjang kurang lebih 750 meter juga telah dilakukan dengan melibatkan tenaga kerja lokal melalui skema Harian Orang Kerja (HOK).” Ujarnya.

 

Terkait isu pembangunan smelter, Kepala Desa Lalomerui menegaskan bahwa masyarakat desa tidak menuntut pembangunan smelter. Masyarakat memilih untuk mengikuti kebijakan pemerintah, termasuk regulasi moratorium, serta mempertimbangkan aspek teknis dan kemampuan perusahaan sebagaimana tercantum dalam dokumen AMDAL, bebernya.

 

Sementara itu, Darmon, salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Routa di kawasan lingkar tambang, saat berunjuk rasa di Gedung DPRD pada Selasa (07/04/2026), menyampaikan bahwa dirinya hanya tamatan SD dan dahulu tidak dapat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan akses.

 

Ia mengaku bersyukur dengan hadirnya investasi saat ini, karena anak-anak di wilayah tersebut sudah dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “ saya menegaskan bahwa kehadiran kami ini bukan untuk membela perusahaan, melainkan mendukung investasi karena telah merasakan manfaatnya secara langsung.” Orasinya.

Darmon juga menegaskan bahwa sebagian besar wilayah IUP PT SCM berada di Desa Lalomerui sebagai Ring 1. Ia berharap para wakil rakyat dapat mencermati aspirasi masyarakat secara objektif.

 

“ Kami meminta DPRD untuk dapat menengahi persoalan yang terjadi, serta memperhatikan kondisi masyarakat setempat yang telah merasakan manfaat dari kehadiran investasi di wilayah tersebut.” Pungkasnya.

 

Laporan: Redaksi

  • Penulis: coronginfosultra@gmail.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FKBRM Layangkan Kritik Keras Rencana Pengukuhan Pengurus Masyarakat Adat Tolaki di Routa

    FKBRM Layangkan Kritik Keras Rencana Pengukuhan Pengurus Masyarakat Adat Tolaki di Routa

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Konawe – Forum Keluarga Besar Routa Mepokoaso (FKBRM) menyampaikan kritik terhadap rencana pelaksanaan pengukuhan pengurus Masyarakat Adat Tolaki (MAT) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Kritik tersebut muncul setelah beredarnya surat undangan tertanggal 24 Maret 2026 dengan nomor 004/SKL-AMRB/III/2026. Surat itu disebut disebarkan oleh pihak yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Routa Bersatu.  Ketua Umum FKBRM, […]

  • Di Balik Desakan Smelter PT SCM, Warga Lokal: Jangan Atasnamakan Kami

    Di Balik Desakan Smelter PT SCM, Warga Lokal: Jangan Atasnamakan Kami

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Konawe, coronginfosultra.com/ –Polemik desakan pembangunan pabrik pengolahan (smelter) terhadap PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa kembali mencuat. Namun, suara tersebut ditegaskan bukan berasal dari masyarakat lingkar tambang. Ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Lalomerui Routa (HIPPMAL), Dimas Nduluka, yang juga merupakan warga asli Desa Lalomerui, angkat bicara menanggapi berbagai opini yang berkembang di […]

  • PC PMII Konawe Apresiasi Komitmen PT. SCM Wujudkan Pemberian Beasiswa

    PC PMII Konawe Apresiasi Komitmen PT. SCM Wujudkan Pemberian Beasiswa

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Konawe, CorongInfoSultra.com — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Konawe menyatakan dukungan penuh terhadap langkah PT. SCM dalam mendorong pemerataan akses beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa di wilayah Kabupaten Konawe. Ketua PC PMII Konawe, Harbiansyah, menyampaikan bahwa program beasiswa yang diinisiasi oleh PT. SCM merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas sumber daya […]

  • Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Dave McMenamin
    • visibility 55
    • 0Komentar

    DENVER — It took Luka Doncic only one quarter Saturday to match his highest scoring output from his first three games with the Los Angeles Lakers, tallying 16 points while L.A. built an early lead on the Denver Nuggets. He kept rolling from there — and so did the Lakers — as Doncic finished with a game-high 32 points […]

  • Moratorium Jadi Alasan, Desakan Tak Surut: Ada Apa di Balik Polemik Smelter Routa?

    Moratorium Jadi Alasan, Desakan Tak Surut: Ada Apa di Balik Polemik Smelter Routa?

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Konawe, CorongInfoSultra – Polemik Pembangunan Smelther di Kecamatan Routa terus bergulir, meski berulang kali  dilakukan pertemuan antara sekelompok masyarakat yang menuntut agar pembangunan pabrik smelther segera dilakukan dengan pihak perusahaan PT. Sulawesi Cahaya Mineral (PT. SCM), namun kelompok ini tak kunjung puas atas penjelasan demi penjelasan yang diberikan.   Beberapa waktu lalu, saat pertemuan dengan […]

  • Larangan Operasional PT SCM Picu Terhentinya Bantuan dan Program Masyarakat di Routa

    Larangan Operasional PT SCM Picu Terhentinya Bantuan dan Program Masyarakat di Routa

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Konawe, CorongInfoSultra.com – Konflik berkepanjangan di wilayah lingkar tambang Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, mulai berdampak pada ribuan warga. Aksi unjuk rasa yang kerap dilakukan sekelompok warga Kecamatan Routa yang menuntut pembangunan smelter di wilayah lokal kini berujung pada pelarangan aktivitas bagi PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di sejumlah wilayah Kecamatan Routa. Papan larangan berukuran besar […]

expand_less