Breaking News
Trending Tags
Beranda » Informasi Sultra » Di Balik Desakan Smelter PT SCM, Warga Lokal: Jangan Atasnamakan Kami

Di Balik Desakan Smelter PT SCM, Warga Lokal: Jangan Atasnamakan Kami

  • account_circle coronginfosultra@gmail.com
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Konawe, coronginfosultra.com/ –Polemik desakan pembangunan pabrik pengolahan (smelter) terhadap PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa kembali mencuat. Namun, suara tersebut ditegaskan bukan berasal dari masyarakat lingkar tambang.

Ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Lalomerui Routa (HIPPMAL), Dimas Nduluka, yang juga merupakan warga asli Desa Lalomerui, angkat bicara menanggapi berbagai opini yang berkembang di publik.

Menurutnya, sejumlah tuntutan yang mengatasnamakan masyarakat justru tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Apa yang disampaikan oleh pihak-pihak tertentu itu jauh dari fakta dan cenderung berlebihan. Itu bukan representasi masyarakat lingkar tambang yang terdampak langsung,” tegas Dimas.

Soal Smelter: Terhambat Kebijakan Nasional, Bukan Ingkar Janji

Dimas menjelaskan, desakan pembangunan smelter perlu dilihat secara objektif dan tidak bisa dipaksakan sepihak. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah pusat.

Saat ini, kata dia, terdapat kebijakan moratorium pembangunan smelter nikel berbasis teknologi RKEF sebagaimana diatur dalam PP Nomor 28 Tahun 2025.

“Ini bukan soal PT SCM tidak mau membangun pabrik. Tapi ada regulasi negara yang harus dipatuhi. Semua keputusan harus mengikuti aturan konstitusional,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak manajemen PT SCM telah beberapa kali melakukan dialog terbuka dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, termasuk pertemuan di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, PT SCM disebut tetap berkomitmen mencari solusi, termasuk membuka peluang kerja sama investasi pembangunan smelter berbasis teknologi HetsPal, yang dinilai lebih ramah lingkungan dan tidak termasuk dalam larangan pemerintah.

Ilustrasi

Dukung Kebijakan Pemerintah, Tolak Smelter Berdampak Tinggi

Sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak langsung, HIPPMAL Routa menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait moratorium smelter berbasis RKEF

“Kami mendukung kebijakan negara. Kami juga menolak keras pembangunan smelter yang berpotensi merusak lingkungan kami,” tegas Dimas.

Ia menilai, pihak-pihak yang terus mendesak pembangunan smelter justru bukan bagian dari masyarakat lingkar tambang dan tidak akan merasakan langsung dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Klarifikasi Isu Lahan dan Tanggung Jawab Perusahaan

Menanggapi tudingan bahwa PT SCM tidak bertanggung jawab terhadap lahan masyarakat, Dimas membantah hal tersebut.

Ia menyebutkan, berdasarkan fakta di lapangan, perusahaan telah beberapa kali melakukan kompensasi terhadap tanaman dan lahan warga, termasuk pohon kopi, damar, dan tanah ulayat, dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

Proses tersebut, katanya, dilakukan secara terbuka, melibatkan pemerintah daerah hingga aparat penegak hukum, serta disaksikan masyarakat.

“Kalau masih ada yang belum selesai, mari kita lihat secara objektif. Jangan langsung menyimpulkan perusahaan tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

 

Kontribusi Nyata bagi Masyarakat Routa

Dimas juga menepis anggapan bahwa PT SCM tidak memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menilai opini tersebut tidak berdasar dan cenderung provokatif.

Selama hampir empat tahun beroperasi, kata dia, masyarakat telah merasakan dampak positif, mulai dari peningkatan ekonomi, pembangunan infrastruktur jalan, hingga bantuan fasilitas umum.

Selain itu, PT SCM juga menjalankan program CSR melalui RIPPM yang mencakup beasiswa pendidikan, pelatihan operator alat berat, hingga peningkatan keterampilan masyarakat lokal.

Perusahaan juga disebut melibatkan masyarakat dalam pengembangan UMKM melalui BUMDes dan koperasi lokal.

“Kalau ada yang bilang SCM tidak bermanfaat, itu menunjukkan kurangnya informasi atau memang tidak pernah hidup di Routa,” tegasnya.

Ajak Dialog Terbuka Berbasis Data

Menutup pernyataannya, Dimas mengajak semua pihak untuk tidak menyebarkan opini tanpa dasar. Ia mendorong dialog terbuka berbasis data dan fakta.

“Kalau ingin bicara soal Routa, mari kita duduk bersama, buka data. Kami yang hidup dan berdampingan langsung dengan perusahaan lebih tahu kondisi sebenarnya,” pungkasnya. (RL/CWR/KS)

  • Penulis: coronginfosultra@gmail.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Smelter Dipersoalkan, Kades Lalomerui: Warga Sudah Rasakan Dampak Investasi

    Smelter Dipersoalkan, Kades Lalomerui: Warga Sudah Rasakan Dampak Investasi

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Konawe, CorongInfoSultra.com – Program perbaikan infrastruktur jalan sepanjang kurang lebih 45 kilometer di Kecamatan Routa mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat, setelah pemerintah Desa Lalomerui bersama sedikitnya delapan perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Routa terlibat dalam pembangunan jalan yang digagas Pemerintah Desa Lalomerui ini dengan target menghubungkan jalan dari Desa Lalomerui hingga Kelurahan Routa. Selain […]

  • The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real 2.10 Play Button

    The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 918
    • 0Komentar

    At Microsoft Ignite 2023, we are announcing Copilot in Microsoft Dynamics 365 Guides, which combines the power of generative AI with mixed reality to help frontline workers complete complex tasks and resolve issues faster with less disruption to the flow of work. Copilot in Dynamics 365 Guides assists workers in industrial settings who deal with complex […]

  • FKBRM Layangkan Kritik Keras Rencana Pengukuhan Pengurus Masyarakat Adat Tolaki di Routa

    FKBRM Layangkan Kritik Keras Rencana Pengukuhan Pengurus Masyarakat Adat Tolaki di Routa

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Konawe – Forum Keluarga Besar Routa Mepokoaso (FKBRM) menyampaikan kritik terhadap rencana pelaksanaan pengukuhan pengurus Masyarakat Adat Tolaki (MAT) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Kritik tersebut muncul setelah beredarnya surat undangan tertanggal 24 Maret 2026 dengan nomor 004/SKL-AMRB/III/2026. Surat itu disebut disebarkan oleh pihak yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Routa Bersatu.  Ketua Umum FKBRM, […]

  • PT SCM Dituding Tak Berdampak, PEKAT Sultra: Faktanya CSR dan PPM Capai Miliaran

    PT SCM Dituding Tak Berdampak, PEKAT Sultra: Faktanya CSR dan PPM Capai Miliaran

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Konawe – DPW PEKAT INDONESIA BERSATU  (Pembela Kesatuan Tanah Air) Provinsi Sulawesi Tenggara meminta polemik terkait aktivitas PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa disikapi secara objektif.  Hal ini disampaikan Wakil Ketuanya, Karmin, SH, menanggapi tudingan yang menyebut PT SCM tidak memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat Routa.   Karmin menilai tudingan tersebut […]

  • Investasi Tak Omong Kosong! PT. SCM Buktikan Dampak Nyata, Bupati Konawe Serahkan Penghargaan di Puncak HUT Konawe

    Investasi Tak Omong Kosong! PT. SCM Buktikan Dampak Nyata, Bupati Konawe Serahkan Penghargaan di Puncak HUT Konawe

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Konawe, CorongInfoSultra.com – PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu motor penggerak pembangunan daerah. Perusahaan tambang ini diganjar penghargaan khusus dari Pemerintah Kabupaten Konawe atas kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Konawe, Sabtu (18/4/2026), di […]

  • Everyday Tech: Ordinary Gadgets with Extraordinary Features for 2023

    Everyday Tech: Ordinary Gadgets with Extraordinary Features for 2023

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024
    • account_circle coronginfosultra@gmail.com
    • visibility 293
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

expand_less